Bocah 2 Tahun Ini Memilih Boneka Berkulit Hitam di Supermarket! Saat Kasir Menanyakan Alasannya, Jawaban Si Bocah Bikin Terhenyak!

Kejadian ini terjadi di wilayah negara bagian South Carolina, Amerika Serikat. Seorang gadis kulit putih yang baru berusia 2 tahun ini membeli hadiah untuk dirinya sendiri berupa boneka kulit hitam di supermarket.

Ketika hendak membayar, sang kasir pun sempat menanyakan apakah dia benar-benar ingin membeli boneka itu? Dan kenapa tidak memilih boneka yang sama dengan warna kulitnya.

Sophie Benner nama gadis itu, dia baru belajar pergi ke toilet sendiri dan berhasil selama satu bulan, sehingga orang tuanya memperbolehkannya memilih sebuah hadiah di Target supermarket. Sophie ke sana diantar oleh sang ibu, Brandi Benner.

Siapa sangka, karena ia bercita-cita ingin menjadi dokter kelak, dia pun memilih boneka dokter wanita berkulit hitam.

Sang kasir bertanya apakah dia memilih hadiah untuk temannya atau akan pergi ke pesta ulang tahun? Setelah si ibu dan anak itu menjelaskan, kasir itu menjawab,”Anak manis, apakah kamu benar-benar yakin menginginkan boneka ini?”

Sophia pun mengiyakan dengan tegas, dan kasir pun kembali berkata,”“Tapi dia tidak mirip dirimu, kami memiliki banyak boneka lainnya yang lebih mirip denganmu.”

Mendengar perkataan si dokter, tentu saja si ibu merasa kesal. Belum sempat ia menjawab, Sophia berkata,”Ya, dia mirip saya. Dia seorang dokter, saya juga seorang dokter. Saya gadis cantik, dia juga gadis cantik. Tidakkah engkau melihat rambutnya yang indah?  Melihat stetoskopnya?”      

Pengalaman ini dibagikan oleh Brandi melalui akun Facebook-nya:

“Terima kasih kepada ibu kasir yang tidak melanjutkan bertanya lagi. Pengalaman terakhir ini menentukan keyakinan saya bahwa ketika dilahirkan, kita tidak mempermasalahkan warna kulit. Manusia toh memiliki warna kulit, rambut dan mata yang berbeda, semua warna itu ada keindahannya masing-masing.”

Wah, kisah yang menarik ya. Tanpa sadar, kita sebagai orang dewasa justru lebih sering bersikap membeda-bedakan dibandingkan dengan anak-anak ini. Yuk, kita ajarkan anak-anak untuk memiliki sikap toleransi dan menerima perbedaan sejak kecil. Supaya generasi kita mendatang menjadi generasi yang lebih baik lagi.    


Sumber: Erabaru